Pendahuluan: Di Tengah Hiruk Pikuk, Di Mana Hati Kita Berlabuh?
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Bagi seorang Shohibus Syirkah atau siapapun yang terlibat dalam dunia niaga dan Muamalah, pasar (atau tempat transaksi modern) adalah medan juang harian. Di sana, kita berhadapan dengan tumpukan harta, janji keuntungan, dan kebisingan duniawi yang seringkali menguji keteguhan iman dan kejernihan hati.
Namun, tahukah Anda, justru di tempat yang rawan melalaikan inilah, tersembunyi peluang amalan yang sangat utama dan istimewa? Ini bukan sekadar sedekah, melainkan amalan lisan yang membawa ketenangan di tengah badai dunia. Amalan itu adalah Dzikir di Pasar.
Baca juga : Keutamaan Bekerja Siang: Jalan Menjemput Rezeki dan Ikhtiar Koperasi Syariah
Mengapa Dzikir di Pasar Dikatakan Amalan Paling Utama (Afdal)?
Keutamaan amalan ini dijelaskan oleh ulama besar, Ibnu Batthal rahimahullah, dalam syarah beliau terhadap Shahih Al-Bukhari. Beliau memberikan perbandingan yang mendalam antara masjid dan pasar:
Fokus: Lingkungan yang Melalaikan
Ibnu Batthal rahimahullah berkata:
“هذا إنما خرج على الأغلب ؛ لأن المساجد يذكر فيه اسم الله تعالى ، والأسواق قد غلب عليها اللغط واللهو والاشتغال بجمع المال ، والكَلَب على الدنيا من الوجه المباح وغيره ، وأما إذا ذُكر الله في السوق فهو من أفضل الأعمال”.
(Artinya: “Inilah yang berlaku umum bahwa masjid itu di dalamnya disibukkan dengan dzikir kepada Allah. Adapun pasar-pasar di dalamnya terdapat perkataan sia-sia, hal sia-sia, hanya sibuk dengan mengumpulkan harta. Itulah pada umumnya. Akhirnya yang ada di pasar adalah sibuk dengan dunia, walau itu mubah. Sehingga berdzikir kepada Allah ketika di pasar adalah amalan yang paling utama (afdal).” – Syarh Shahih Al-Bukhari, 6:249)
Dzikir di Pasar (Keyphrase Synonim: Amalan Afdal) menjadi sangat utama karena dua alasan pokok:
- Melawan Arus Kelalaian: Pasar didominasi oleh laghwu (perkataan sia-sia) dan lahwu (hal sia-sia). Ketika seorang mukmin berdzikir di tengah kondisi ini, ia sedang berjuang melawan godaan dunia yang kuat.
- Menghidupkan Tempat yang Mati: Masjid sudah semestinya ramai dengan dzikir. Namun, pasar adalah tempat yang paling minim dzikir. Seorang yang berdzikir di pasar ibarat menghidupkan kembali tempat yang mati dari ingatan kepada Allah Azza Wajalla.
Kunci Muamalah Berkah: Menjaga Hati di Medan Harta
Bagi kita yang bergerak dalam Muamalah Syariah dan Koperasi Syariah Asy-Syirkah, pelajaran ini sangat mendasar. Korupsi, riba, dan kecurangan seringkali muncul dari hati yang lalai, hati yang terlalu sibuk dengan gemerlap dunia hingga lupa pada pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Saat kita mengurus proyek, memimpin tim, atau menganalisis profit dan mengurus Koperasi Syariah Asy-Syirkah, pastikan Dzikir di Pasar menjadi perisai bagi hati kita. Dzikir adalah benteng yang menjaga lisan dan tangan kita dari mengambil hak yang bukan milik kita. Inilah Muamalah Berkah yang sesungguhnya.
Baca Juga : Kunci Hidup Berkah: Doa Nabi Melindungi Diri dari Kemalasan dan Kebakhilan
Koperasi Syariah Asy-Syirkah dan Amanah Keuangan
Prinsip Dzikir di Pasar mengajarkan kita bahwa integritas dimulai dari hati yang selalu terikat pada Allah Azza Wajalla. Di Koperasi Syariah Asy-Syirkah, kami menjadikan prinsip ini sebagai fondasi amanah keuangan dan kemitraan kami.
Setiap transaksi yang kami lakukan berupaya menjauhi riba dan gharar. Kami tegaskan kembali, Asy-Syirkah bukan pinjol dan tidak memiliki layanan Qardhul Hasan. Fokus kami adalah kemitraan dalam sektor riil yang feasible dan profitable dengan hati yang terjaga.
Mari kita jadikan setiap aktivitas mencari rezeki kita, walau di tengah keramaian, sebagai Amalan Afdal yang membawa kita kepada ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Barakallahuu Fiikum,
Sumber Valid dan Kredibel:
- Syarh Shahih Al-Bukhari (Ibnu Batthal, 6:249)
- Adab-Adab Ketika Masuk Pasar – https://rumaysho.com/33888-inilah-6-adab-ketika-masuk-pasar-agar-dapat-keberkahan-dan-terhindar-dari-mara-bahaya.html
