Keutamaan Puasa Asyura: Raih Ampunan Dosa Setahun Penuh
Ilustrasi 3D seorang pria muslim melihat kalender menandai tanggal puasa Asyura dan Tasu'a di bulan Muharram untuk meraih ampunan

Keutamaan Puasa Asyura: Raih Ampunan Dosa Setahun Penuh

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Waktu terus bergulir tanpa terasa, membawa kita kembali memasuki bulan Muharram, salah satu bulan mulia yang di dalamnya terdapat ladang pahala yang melimpah. Sebagai seorang muslim, keseharian kita tentu tidak luput dari khilaf dan kekhilafan. Betapa banyak dosa-dosa kecil yang tanpa sadar terus menumpuk setiap hari; mulai dari pandangan mata yang tidak terjaga, lisan yang berucap tanpa faedah, jari-jari yang mengetik di media sosial, hingga bisikan halus di dalam hati. Namun, karena luasnya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dia memberikan kita sebuah jalan pintas yang agung untuk membersihkan lembaran dosa tersebut hanya melalui satu hari amalan, yaitu dengan menunaikan puasa Asyura.

Menghapus Dosa Setahun Lalu Melalui Puasa Asyura

Mengamalkan ibadah di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa di dalam Islam. Puncak dari amalan di bulan ini adalah puasa pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Keutamaan dari ibadah ini sangat besar, sebagaimana yang ditegaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّNَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan penekanan bahwa Allah Azza Wajalla dengan kemurahan-Nya akan mengampuni dosa-dosa setahun yang telah berlalu bagi siapa saja yang ikhlas menunaikan shaum ini. Sungguh sebuah perniagaan spiritual yang sangat menguntungkan bagi seorang hamba yang rindu akan ampunan Rabb-nya.

Baca Juga : Anjuran Berpuasa di Bulan Muharram: Mengapa dan Bagaimana?

Menyelisihi Kaum Yahudi dengan Puasa Tasu’a

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk memiliki identitas yang mulia dan berbeda dari kaum ahli kitab. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bahwa kaum Yahudi di Madinah juga berpuasa pada hari kesepuluh Muharram sebagai bentuk syukur atas selamatnya Nabi Musa ‘alaihis salam dari kejaran Firaun, beliau memerintahkan umat Islam untuk menambah satu hari puasa sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a).

Tuntunan penyerta ini disandarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan – insya Allah (jika Allah menghendaki) – kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” (HR. Muslim no. 1134)

Melalui kombinasi puasa Tasu’a dan puasa Asyura, amalan kita tidak hanya bernilai pahala ampunan dosa, tetapi juga teguh di atas sunnah dengan menyelisihi tradisi kaum Yahudi.

Baca Juga : Amalan Sunnah di Awal Bulan Dzulhijjah

Memurnikan Ketaatan dan Finansial Bersama Koperasi Syariah AsySyirkah

Kesucian jiwa yang diraih dari ibadah puasa tentu harus berjalan selaras dengan kebersihan harta yang kita miliki. Ketenangan hidup seorang mukmin tidak akan sempurna jika portofolio keuangan dan bisnisnya masih tersangkut dalam lingkaran transaksi yang dilarang agama. Oleh karena itu, momentum pembersihan diri ini menjadi waktu yang sangat tepat bagi kita untuk bermigrasi menuju ekosistem finansial yang sepenuhnya syar’i.

Dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi umat yang bersih, koperasi syariah AsySyirkah hadir sebagai wadah alternatif tepercaya. Melalui skema kemitraan produktif (syirkah) yang transparan dan adil, koperasi syariah AsySyirkah menyalurkan modal anggota murni ke sektor riil yang halal tanpa melibatkan unsur riba, denda, maupun penalti yang menzalimi. Lembaga ini juga menegaskan komitmennya bahwa ia bukanlah platform pinjaman online (pinjol) dan tidak menyediakan fasilitas Qardhul Hasan. Dengan menyatukan langkah bersama AsySyirkah, kita tidak hanya menjaga kehalalan nafkah keluarga, tetapi juga ikut membangun pilar ekonomi Islam yang kokoh dan penuh keberkahan di tanah air.

Mari persiapkan diri kita untuk menyambut hari Tasu’a dan Asyura dengan azam yang kuat, sembari terus berikhtiar memurnikan setiap lini kehidupan kita dari hal-hal yang tidak diridai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber Referensi:

Tentang Penulis
Picture of Asy-Syirkah Indonesia
Asy-Syirkah Indonesia

Asy-Syirkah Indonesia adalah Koperasi Syariah berdasarkan prinsip syariah murni sesuai syariat, Kitabullah Wa Sunnatu Rasulillah.

Keutamaan Puasa Asyura: Raih Ampunan Dosa Setahun Penuh
Keutamaan Puasa Asyura: Raih Ampunan Dosa Setahun Penuh

Keutamaan Puasa Asyura: Raih Ampunan Dosa Setahun Penuh

Ilustrasi 3D seorang pria muslim melihat kalender menandai tanggal puasa Asyura dan Tasu'a di bulan Muharram untuk meraih ampunan

Waktu terus bergulir tanpa terasa, membawa kita kembali memasuki bulan Muharram, salah satu bulan mulia yang di dalamnya terdapat ladang pahala yang melimpah. Sebagai seorang muslim, keseharian kita tentu tidak luput dari khilaf dan kekhilafan. Betapa banyak dosa-dosa kecil yang tanpa sadar terus menumpuk setiap hari; mulai dari pandangan mata yang tidak terjaga, lisan yang berucap tanpa faedah, jari-jari yang mengetik di media sosial, hingga bisikan halus di dalam hati. Namun, karena luasnya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dia memberikan kita sebuah jalan pintas yang agung untuk membersihkan lembaran dosa tersebut hanya melalui satu hari amalan, yaitu dengan menunaikan puasa Asyura.

Menghapus Dosa Setahun Lalu Melalui Puasa Asyura

Mengamalkan ibadah di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa di dalam Islam. Puncak dari amalan di bulan ini adalah puasa pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Keutamaan dari ibadah ini sangat besar, sebagaimana yang ditegaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّNَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan penekanan bahwa Allah Azza Wajalla dengan kemurahan-Nya akan mengampuni dosa-dosa setahun yang telah berlalu bagi siapa saja yang ikhlas menunaikan shaum ini. Sungguh sebuah perniagaan spiritual yang sangat menguntungkan bagi seorang hamba yang rindu akan ampunan Rabb-nya.

Baca Juga : Anjuran Berpuasa di Bulan Muharram: Mengapa dan Bagaimana?

Menyelisihi Kaum Yahudi dengan Puasa Tasu’a

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk memiliki identitas yang mulia dan berbeda dari kaum ahli kitab. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bahwa kaum Yahudi di Madinah juga berpuasa pada hari kesepuluh Muharram sebagai bentuk syukur atas selamatnya Nabi Musa ‘alaihis salam dari kejaran Firaun, beliau memerintahkan umat Islam untuk menambah satu hari puasa sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a).

Tuntunan penyerta ini disandarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan – insya Allah (jika Allah menghendaki) – kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” (HR. Muslim no. 1134)

Melalui kombinasi puasa Tasu’a dan puasa Asyura, amalan kita tidak hanya bernilai pahala ampunan dosa, tetapi juga teguh di atas sunnah dengan menyelisihi tradisi kaum Yahudi.

Baca Juga : Amalan Sunnah di Awal Bulan Dzulhijjah

Memurnikan Ketaatan dan Finansial Bersama Koperasi Syariah AsySyirkah

Kesucian jiwa yang diraih dari ibadah puasa tentu harus berjalan selaras dengan kebersihan harta yang kita miliki. Ketenangan hidup seorang mukmin tidak akan sempurna jika portofolio keuangan dan bisnisnya masih tersangkut dalam lingkaran transaksi yang dilarang agama. Oleh karena itu, momentum pembersihan diri ini menjadi waktu yang sangat tepat bagi kita untuk bermigrasi menuju ekosistem finansial yang sepenuhnya syar’i.

Dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi umat yang bersih, koperasi syariah AsySyirkah hadir sebagai wadah alternatif tepercaya. Melalui skema kemitraan produktif (syirkah) yang transparan dan adil, koperasi syariah AsySyirkah menyalurkan modal anggota murni ke sektor riil yang halal tanpa melibatkan unsur riba, denda, maupun penalti yang menzalimi. Lembaga ini juga menegaskan komitmennya bahwa ia bukanlah platform pinjaman online (pinjol) dan tidak menyediakan fasilitas Qardhul Hasan. Dengan menyatukan langkah bersama AsySyirkah, kita tidak hanya menjaga kehalalan nafkah keluarga, tetapi juga ikut membangun pilar ekonomi Islam yang kokoh dan penuh keberkahan di tanah air.

Mari persiapkan diri kita untuk menyambut hari Tasu’a dan Asyura dengan azam yang kuat, sembari terus berikhtiar memurnikan setiap lini kehidupan kita dari hal-hal yang tidak diridai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber Referensi:

Picture of Asy-Syirkah Indonesia
Asy-Syirkah Indonesia

Asy-Syirkah Indonesia adalah Koperasi Syariah berdasarkan prinsip syariah murni sesuai syariat, Kitabullah Wa Sunnatu Rasulillah.

All Posts
Postingan Serupa
0%